-Dari Hulu ke Hilir Bermuara-
Bogor, 25 April 2015
7 curug cilember
Aku rasa ini yg disebut cinta tau kemana ia harus pulang..
Ah, lagi2 aku menyebut diksi cinta yang membuatku terlena dan tidak jarang menyesakkan..
Hal-hal yg baru saja kita lewatkan dalam kebahagian di beberapa pertemuan.
Pertemuan pertama, kedua lalu ketiga.
Baru saja aku mengenalmu, baru saja..
Tapi ada pertemuan singkat yg begitu menyesakkan.
Yang ketika kita baru saling sapa, tapi dirimu justru berkata : "maaf aku harus pergi"
Aku hanya membuat retorika : "untuk apa kamu pergi? Tidakkah kita bisa bersama utuk waktu yg lebih lama?"
Lalu matamu berkata:
"Kita belum bisa bersama, bukan berarti kita tidak akan bersama. Percayalah, aku akan kembali pulang. Izinkan aku pergi untuk sementara waktu!"
Aku mengkerutkan
dahi dan seolah berkata: "tidakkah aku bisa pergi bersamamu, kita akan
pakai sepatu dan membawa koper bersama. Aku ikut, dimanapun dirimu, aku
harus ttp ikut!"
Mungkin kamu akan memulai mengangkat bibir dan berucap:
"Maafkan aku, aku pergi untuk kebaikan kita. Aku akan pergi merantau nun-jauh, setelah beberapa waktu aku akan kembali seraya mengecup keningmu di depan orang tua kita seraya banyak orang berkata SAH"
Aku minta maaf sayang, dengan pertemuan ketiga ini, aku pastikan ini bukan yang terakhir. Aku pergi dengan sebuah kepastian, bahwa jika aku kembali aku akan mengajakmu untuk hidup bersamaku. Menjadi pendamping hidupku. Menjadikanmu sbg yg terkasih untuk anak-anakku..
Aku tidak akan pergi bersama janji, tapi aku pergi dengan kepastian.
Aku mohon, biarkan aku berusaha untuk melayakkan kehidupanmu. Dan memastikan kehidupan yg bahagia untukmu didepan ayahmu".
Aku mulai berkata dalam tundukan kepala: "baiklah, mungkin ini akan menjadi penghapus nista dalam kalbu yg berbalut hasrat. Jangan hubungi aku selama kamu pergi, aku akan menitipkan hati pada Tuhan dan digantungkannya diatas langit. Jika kau merinduku, berdoalah dan gapailah aku yg sejajar dengan bintang dalam dekapan Tuhan. Aku pasti menunggumu kembali.
Aku hanya berharap pada Zat yg memelukku begitu erat. Aku percayakan kamu. Raihlah aku dalam setiap sujud dan tengadahkan tanganmu saat kau memintaku.
Semesta akan mendengar lirihnya permintaanmu.
Aku menunggu..
Untuk hidup bersamamu.
Karena aku tahu,
Sejauh mana air mengalir dari hulu ke hilir, ia akan kembali ke siklusnya.. Menjadi hujan membahagiakan rerumputan.
Dan bermuara pada samudera
Dan sejauh apapun kamu berlari menjaga hati, sejauh itu aku percaya,
Cinta Tau kemana ia harus bermuara.
Mungkin kamu akan memulai mengangkat bibir dan berucap:
"Maafkan aku, aku pergi untuk kebaikan kita. Aku akan pergi merantau nun-jauh, setelah beberapa waktu aku akan kembali seraya mengecup keningmu di depan orang tua kita seraya banyak orang berkata SAH"
Aku minta maaf sayang, dengan pertemuan ketiga ini, aku pastikan ini bukan yang terakhir. Aku pergi dengan sebuah kepastian, bahwa jika aku kembali aku akan mengajakmu untuk hidup bersamaku. Menjadi pendamping hidupku. Menjadikanmu sbg yg terkasih untuk anak-anakku..
Aku tidak akan pergi bersama janji, tapi aku pergi dengan kepastian.
Aku mohon, biarkan aku berusaha untuk melayakkan kehidupanmu. Dan memastikan kehidupan yg bahagia untukmu didepan ayahmu".
Aku mulai berkata dalam tundukan kepala: "baiklah, mungkin ini akan menjadi penghapus nista dalam kalbu yg berbalut hasrat. Jangan hubungi aku selama kamu pergi, aku akan menitipkan hati pada Tuhan dan digantungkannya diatas langit. Jika kau merinduku, berdoalah dan gapailah aku yg sejajar dengan bintang dalam dekapan Tuhan. Aku pasti menunggumu kembali.
Aku hanya berharap pada Zat yg memelukku begitu erat. Aku percayakan kamu. Raihlah aku dalam setiap sujud dan tengadahkan tanganmu saat kau memintaku.
Semesta akan mendengar lirihnya permintaanmu.
Aku menunggu..
Untuk hidup bersamamu.
Karena aku tahu,
Sejauh mana air mengalir dari hulu ke hilir, ia akan kembali ke siklusnya.. Menjadi hujan membahagiakan rerumputan.
Dan bermuara pada samudera
Dan sejauh apapun kamu berlari menjaga hati, sejauh itu aku percaya,
Cinta Tau kemana ia harus bermuara.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar