Pari Island, panorama bawah laut jawa. 28 Feb - 1 mar 2015
-Ada di dasar Samudera-
Aku hampir saja merajut asa
Sudah ku peluk gunung,
Sampai juga aku dipuncaknya.
Ku tuliskan namamu dipuncak itu tanpa merusak keindahan alam.
Tanpa mengurangi indahnya ukiran namamu.
Namun saat aku turun mendaki
Mendadak kamu menyakiti
Tanpa henti
Sampai lelah hati ini.
Hatiku bukan pijakan tuan
Bukan pula rasa kasihan.
Kau datang dan pergi sesuka hati
Bukan cinta yang patut disalahi
Tapi ada yang salah
Sampai-sampai karena cinta lagi aku memaafkan..
*seketika pergi dendamku*
Aku coba didasar laut maafku
Aku arungi samudera biru
Aku pijakan perih luka bekas mendaki
Aku basuh luka itu dengan air asin
*lalu seketika maafku tenggelam*
Tuan, aku begitu lapang memaafkannya,
Lagi bukan cinta yang salah,
Hanya saja kalau dirimu tersadar dirimulah aktor paling munafik
Ternyata saat aku menangisimu didasar laut
Air mataku takkan terlihat dan takkan terasa asin
Karena laut menghapus semua luka itu
Menyamarkan air mata pilu.
Lalu tuan, jika memang aku harus pergi
Jangan beri aku kasihan
Aku akan kelebihan rasa cukup bahagia tanpa benalu sepertimu.
Ada alam yg menemaniku
Sosok tuan-ku yg baru yang akan terus membahagiakanku.
Maafku sudah hilang didasar laut,
Coba carilah,
Aku rasa dirimu sendiri takkan sanggup menjadi AKU
Sudah ku peluk gunung,
Sampai juga aku dipuncaknya.
Ku tuliskan namamu dipuncak itu tanpa merusak keindahan alam.
Tanpa mengurangi indahnya ukiran namamu.
Namun saat aku turun mendaki
Mendadak kamu menyakiti
Tanpa henti
Sampai lelah hati ini.
Hatiku bukan pijakan tuan
Bukan pula rasa kasihan.
Kau datang dan pergi sesuka hati
Bukan cinta yang patut disalahi
Tapi ada yang salah
Sampai-sampai karena cinta lagi aku memaafkan..
*seketika pergi dendamku*
Aku coba didasar laut maafku
Aku arungi samudera biru
Aku pijakan perih luka bekas mendaki
Aku basuh luka itu dengan air asin
*lalu seketika maafku tenggelam*
Tuan, aku begitu lapang memaafkannya,
Lagi bukan cinta yang salah,
Hanya saja kalau dirimu tersadar dirimulah aktor paling munafik
Ternyata saat aku menangisimu didasar laut
Air mataku takkan terlihat dan takkan terasa asin
Karena laut menghapus semua luka itu
Menyamarkan air mata pilu.
Lalu tuan, jika memang aku harus pergi
Jangan beri aku kasihan
Aku akan kelebihan rasa cukup bahagia tanpa benalu sepertimu.
Ada alam yg menemaniku
Sosok tuan-ku yg baru yang akan terus membahagiakanku.
Maafku sudah hilang didasar laut,
Coba carilah,
Aku rasa dirimu sendiri takkan sanggup menjadi AKU



Tidak ada komentar:
Posting Komentar